Tampilkan postingan dengan label Stock Pick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stock Pick. Tampilkan semua postingan

Analisa Sektoral

Diposting oleh Bloggerpreneur on Rabu, 17 November 2010


Berdasarkan analisa sektoral seperti yang ada di gambar di atas terlihat bahwa urutan sektor leading sampai sektor lagging adalah :

1. Sektor Agri
2. Sektor Mining
3. Composite (IHSG)
4. Sektor Infrastruktur

Jika pemilihan saham menggunakan Top Down Analysis, maka stock pick yang layak di tradingkan adalah saham-saham sektor Agri dan sektor Mining dan menghindari sektor Infrastruktur. Tugas anda selanjutnya adalah mencari saham terbaik di sektor Agri dan sektor Mining, ok !

IDX 11.200 di 2014

Diposting oleh Bloggerpreneur on Kamis, 04 November 2010


Sejarah selalu berulang kembali

Yuganur Wijanarko
Senior Research
HD Capital
Nov 2010

IHSG 5.600 YE2011 , 11.200 YE 2014

  • IHSG dalam tahun kedua siklus bull market recovery pasca resisi 5-tahunan yang dimulai sejak 2009, serupa dengan periode antara tahun 2003-2008.
  • Dalam 5-tahun itu (2003-2008) IHSG naik dari all time historical high yang terbentuk di 700 hingga 2.800 (4x).
  • Bila sejarah berulang kembali, maka penembusan all time high 2.800 pada Juli silam, seperti pada level 700 di tahun 2004 merupakan signal untuk menuju IHSG 5.800 di YE2012 dan 11.200 pada YE2014.

Indonesia masih murah

  • Pada era sebelum crisis (1993-1996) Indonesia diperdangkan pada PE 25x, jauh diatas 16xPE 2011F 3.750, & 16xPE 2012F 4.500.
  • Secara valuasi historis pasar masih murah dengan median PER tertinggi 20x (1993) dan PER terendah 5.3x (2002 & 1998)
  • Dari 2002-2008, median IHSG naik hingga 3x lipat (5x ke 14.9x) sedangkan IDX naik 5x lipat dalam periode tersebut.
  • Ini membuat kami yakin bahwa sejarah akan berlulang lagi dalam 4 tahun kedepan untuk membuat IHSG mencapai 11.200 pada akhir tahun 2014.

Indonesia memimpin jalan

  • Serupa dengan periode 2003-2005, trend di Dow Jones sudah diverge dengan IHSG yang membentuk new high, signal bahwa global market recovery akan dimimpin oleh emerging market.
  • Waktu itu negara di emerging market yang memimpin global recovery adalah India & Indonesia, sehingga kemungkinan sejarah akan berulang lagi.
  • Dengan hutang ke GDP rendah (35%), inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi pesat dan iklim politik yang lebih stabil versus India membuat investor asing akan berlaih ke Indonesia untuk investasi.
  • Faktor pemilihan presiden di 2014 akan disambut optimis oleh pasar
  • seperti pada pemilhan 2009 lalu.

Saham apa yang menarik

  • Secara PBV sector yang masih murah versus perusahaan sejenisnya di Asia dan dapat memberikan return tertinggi seperti 2003-2008 adalah batubara & property.
  • Dengan outlook 5-tahun yang bullish akan harga minyak ($160/b?), emitten batubara seperti ADRO, BUMI & PTBA merupakan pilihan utama di sektornya dengan market cap besar. Untuk BUMI merupakan permainan valuasi, sedangkan ADRO & PTBA lebih mahal namun tidak mempunyai masalah hutang yang memberikan sentimen negatif jangka pendek seperti BUMI.
  • Untuk property dengan landbank dan PBV termurah jatuh ke ELTY, sedangkan ASRI & BSDE valuasi lebih mahal namun secara operational saat ini lebih menguntungkan.

Panduan Live Watch WD Watch List

Diposting oleh Bloggerpreneur on Selasa, 19 Oktober 2010



Live WD Watch List & Live WD Penny List adalah bentuk sederhana dari WD Watch List & WD Penny List dengan satu kelebihan, yaitu proses update berlangsung secara live selama jam bursa. Pemetaan status teknikal dari kedua tabel ini sangat bermanfaat untuk short term trader maupun medium/long term trader yang ingin memantau portofolionya selama jam bursa dan tidak ingin 'kebanjiran informasi' dari layar running trade.  

Saham yang berada di tabel Live WD Watch List mengikuti 35 saham di WD Watch List, sementara saham yang berada di Live WD Penny List merupakan pilihan 70 saham, dari 415 saham, yang memiliki nilai Trx terbesar seiring perkembangan perdagangan pada hari tersebut.

PEMBAGIAN ZONA :  
Diurutkan dari atas ke bawah : Zone 1 = Ditandai dengan adanya angka indeks pada pojok kanan atas kolom ticker saham 
Zone 2 = Ditandai dengan font standar pada angka di kolom Resist 
Zone 3 = Ditandai dengan font tebal dan underlined/garis bawah pada angka di kolom Resist 
Zone 4 = Ditandai dengan font tebal dan strikethrough/garis coret pada angka di kolom Resist. 
Pada kondisi normal, biasanya ke-4 Zone ini selalu muncul, tapi pada kondisi strong bullish/bearish, bisa jadi Zone bawah/atas akan hilang   

PENJELASAN ISTILAH & WARNA :  
Stock = ticker saham Angka indeks menunjukkan berapa hari sejak saham tersebut masuk di Zone 1. Kolom stock berlatar biru menandai saham-saham yang grafiknya menunjukkan uptrend untuk trading/investing medium-term. Review/pengamatan grafik dilakukan setiap minggu. Kolom stock berlatar kuning menandai saham favorit atau saham yang sedang dipantau. Pewarnaan kuning ini memudahkan pemantauan karena posisi saham di tabel selalu berpindah-pindah tergantung pergerakan harga.  
Last = Harga quote terakhir Kolom Last berlatar hijau menunjukkan saham yang baru masuk Zone 1 dalam waktu setengah jam  terakhir. Kolom Last berlatar merah menunjukkan saham yang baru masuk Zone 4 dalam waktu setengah jam terakhir.
+/- = Perubahan harga terhadap close hari sebelumnya Kolom +/- berlatar hijau/merah menunjukkan harga naik/turun  
% = Persentase perubahan harga Kolom % berlatar hijau/merah menunjukkan top 5 gainers/loosers untuk masing-masing tabel  
Resist = Level resistance berdasar WD Watch List / WD Penny List  
Colors = Status berapa hari terjadi harga naik (Greens) atau harga turun (Reds) Kolom Colors berlatar hijau/merah menunjukkan kecenderungan bullish/bearish  
Trx = Estimasi nilai transaksi Kolom Trx berlatar biru menunjukkan Top 5 Trx untuk masing-masing tabel  
V-R = Perbandingan Volume transaksi dengan rata-rata volume harian selama 50 hari sebelumnya Untuk V-R yang bernilai lebih dari 1, Top 10 V-R pada masing-masing tabel akan berlatar hijau, jika harga naik, dan sebaliknya berlatar merah, jika harga turun. (Sedikit berbeda dengan pewarnaan Top 5 gainers (hijau) + Top 5 Loosers (merah), maka warna latar Top 10 V-R tidak akan terbagi 5 latar hijau dan 5 latar merah, tapi bervariasi, tergantung status +/- dari saham)  

ANALISIS PASAR :  
Pasar yang bullish ditandai dengan perpindahan saham ke zona-zona atas, dimana ketika pasar sangat bullish maka mayoritas saham berada di zona 1 dan bisa jadi zona-zona bawah hilang dari tabel. Jika kolom Colors dari saham-saham di zona 1 itu mulai banyak berlatar merah, maka koreksi pasar mungkin akan segera terjadi. Sebaliknya, pasar yang bearish ditandai dengan perpindahan saham ke zona-zona bawah, dimana ketika pasar sangat bearish maka mayoritas saham berada di zona 4 dan bisa jadi zona-zona atas hilang dari tabel. Jika kolom Colors dari saham-saham di zona-zona bawah itu mulai banyak berlatar hijau, kemungkinan pasar akan segera rebound.    

INVESTASI JANGKA MENENGAH/PANJANG :  Pemilihan saham untuk investasi jangka menengah/panjang berdasar pada adanya pembentukan garis tren naik yang terlihat di grafik. Saham yang terpilih ditandai dengan latar biru pada kolom Stock di kedua tabel. Evaluasi/review pilihan saham tersebut dilakukan seminggu sekali (kecuali ada kejadian khusus). Untuk mengoptimalkan hasil investasi, investor dapat melakukan strategi beli/tambah ketika saham itu berada di zona 3 atau 4 DAN menunjukkan sinyal bullish, lalu jual/kurangi ketika saham itu berada di zona 1 DAN menunjukkan sinyal bearish.   

PERDAGANGAN JANGKA PENDEK :  
Pilihan BELI :  
1. Strategi Buy High Sell Higher : Cermati saham-saham di zona 1 dengan angka indeks 1, terutama jika sinyal berlatar merah BELUM mulai muncul pada kolom Colors dan kolom V-R berlatar hijau dan/atau bernilai lebih dari 1  
2. Strategi Buy Low Sell Higher : Cermati saham-saham di bagian bawah (zona 3 atau 4, tergantung kondisi pasar), terutama jika status Reds pada indikator Colors sudah lebih dari 3 (misal: 4-Reds, 5 Reds) dan kolom V-R berlatar hijau dan/atau bernilai lebih dari 1  
Sinyal JUAL :  
Cermati saham yang kolom Colors-nya SUDAH MULAI BERLATAR MERAH, karena bisa jadi harganya akan terkoreksi. Secara umum, ketika pasar sudah overheat, dimana banyak sinyal berlatar merah di kolom Colors di zona 1 (terutama) tabel WD Watch List , maka kemungkinan mayoritas saham akan terkoreksi karena terbawa sentimen pasar.  

WD Watch List & WD Penny List dimuat di harian bisnis KONTAN, setiap hari bursa  (http://kontan.realviewusa.com). 
Dapatkan grafik saham pilihan setiap minggu dengan mengirim email kosong ke meta-noia-subscribe@yahoogroups.com.

Pilihan Saham Per Sektor

Diposting oleh Bloggerpreneur


Oleh : Yuganur Wijanarko (Papah Lauren)
14 Agustus 2010

  • Mencari yang murah dengan metode melihat valuasi PER/PBV yang semakin rendah namun secara praktek lebih baik mencari yang untung (ROE & NPM tinggi), menandakan bahwa kredit macet semakin rendah.
  • Pilih satu bank BUMN, satu lagi swasta dengan market cap terbesar untuk dimasukan ke portofolio.
  • Semakin besar hutang (DER), semakin besar loan portfolio.
  • BMRI & BBNI memiliki jumlah loan portofolio yang sama, namun ROE/NPM BMRI yang lebih tinggi dari BBNI menandakan kredit macet sedikit lebih besar di BBNI.
  • Valuasi BBKP jauh lebih murah dari BBRI namun, ROE/NPM BBRI yang lebih tinggi dengan loan porto lebih kecil menandakan BBRI lebih effisien dalam manajemen hutang portofolionya versus BBKP.


  • Loan portofolio terbesar (dilihat dari DER) adalah BJBR dengan ROE terbesar (22%).
  • Bank paling effisien dalam keuntungan margin dari loan portofolionya adalah BBCA dengan NPM 09 sekitar 27%.
  • Secara Valuasi PER/PBV09 yang paling murah adalah BBKP, namun NPM09 terkecil.

Mining: Energy-(Batubara) Mahal no problem

  • Pilih emitten dengan market cap terbesar karena disitu minat asing akan banyak, emitten dengan cap kecil lebih mudah terkena “market cornering”.
  • Valuasi PER/PBV mahal bukan masalah asalkan ROE/NPM diatas 20%
  • Pilih yang mempunyai hutang rendah (DER dibawa 2x) agar potensi future capex besar.
  • Walaupun valuasi PER/PBV murah, namun sebaiknya jangan memilih yang berhutang besar (diatas 2x) karena akan menghambat proses dana untuk operasional dan expansi tambang (Kecuali ada skenario di masa depan untuk mengurangi hutang tersebut melalui berbagai corporate action).
  • Fokus ke pemakai end user domestik & fixed kontrak agar tidak rentan terhadap fluktuasi harga batubara & permintaan export yang menurun.


  • ADRO bila dilihat dari kacamata valuasi, market cap & profitabilitas merupakan pilihan utama, namun bila anda mencari yang untung (ROE/NPM besar) tapi tidak mempermasalahkan valuasi, maka ITMG & PTBA adalah jawabannya.

Property: Profitabilitas versus Valuasi

  • Dalam memilih emitten property sebaiknya melihat dari segi profitabiltas (ROE/NPM) dengan memilih DILD, BSDE & ASRI versus valuasi murah (PBV & NAVS/saham) seperti BKSL & ELTY.



Portofolio ideal per sector & market cap terbesar

1. Consumer: Astra International (ASII) & Indofood (INDF)
2. Coal: Adaro Energy (ADRO)
3. CPO: Astra Agro Lestari (AALI)
4. Bank: Bank BRI (BBRI)
5. Mining (Metal): International Nickel (INCO)
6. Telco: Telekomunikasi (TLKM)
7. Infrastructure : Perusahaan Gas(PGAS)
8. Cement : Indo cement (INTP)
9. Property: Bumi Serpong Damain (BSDE)